DESA WISATA CAMPAGA

Campaga adalah sebuah kelurahan yang terletak dalam wilayah Kecamatan TompobuluKabupaten BantaengProvinsi Sulawesi SelatanIndonesia. Kelurahan Campaga termasuk Desa Wisata di Indonesia yang diresmikan oleh Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pada 7 September 2022. Desa Wisata Campaga berhasil dinobatkan sebagai 50 Desa Wisata Terbaik Desa Wisata Indonesia Bangkit dari Anugerah Desa Wisata   Indonesia (ADWI) 2022. Berbagai destinasi wisata dapat dinikmati oleh wisatawan, mulai dari wisata alam hingga buatan berciri khas Campaga. Wisatawan pun akan menjumpai gantungan buah-buahan hasil Hutan Desa Campaga yang dijual di pinggir jalan.

Berada pada ketinggian 400 – 600 mdpl, Kelurahan Campaga dominan bersuhu dingin antara 21 – 26 °C. Termasuk daerah daratan tinggi, Campaga memiliki rute jalan beraspal. Tumbuhan campaga, pangi, dan beragam jenis anggrek menjadi flora endemik daerah ini. Kuskus, beruang sulawesi, monyet makaka atau pantat merah, reptil bakoang, burung kokoci, tarsius, dan lain-lain menjadi fauna endemiknya. Masyarakat Campaga dominan berprofesi sebagai pekebun dan petani. Komoditas utamanya terbagi berdasarkan dua musim, yakni musim buah dan rempah. Musim buah terjadi antara awal hingga pertengahan tahun, seperti buah durian, salak, rambutan, langsat, kopi, dan lain-lain. Musim rempah terjadi pada pertegahan hingga akhir tahun, seperti cengkeh, kakao, pala, dan lain-lain.

Dokumentasi: Tugu Selamat Datang Campaga
Dokumentasi: Anugerah Desa Wisata Indoesia
Dokumentasi: Tugu Selamat Datang Campaga

DESTINASI WISATA

  1. Hutan Lindung Campaga

Hutan Lindung Campaga adalah hutan lindung yang terletak di Kabupaten Bantaeng. Hutan lindung ini dialihfungsikan sebagai hutan desa melalui skema Perhutanan Sosial pada 2010. Hutan ini dikelilingi oleh perkampungan masyarakat sekitar. Di dalam kawasan hutan lindung mengalir banyak anak sungai dan saluran air yang mengapit dan membelah sepanjang hutan. Kelembaban tanah dan udaranya cukup tinggi sehingga berekosistem hutan hujan tropika. Wisata cagar alam atau ecotourism ini dihuni beragam flora dan fauna yang masih terjaga. Flora yang dapat dijumpai, yaitu campaga, pangi, kenanga, malinjo, mali-mali, nato, kenari, suren, sengon, beringin, alpukat, coklat, cengkeh, berbagai anggrek, rambutan hutan, ropisi Tokka (paluntan) dan lain-lain. Fauna yang dapat ditemukan, yakni macaca nigra atau monyet macaca, babi hutan, tongali (kuskus),bakoang (kadal hijau), kokoci (burung hantu), dampasa (tarsius), memu (Beruang sulawesi), dan lain-lain. Di dalam hutan pun terdapat beberapa tempat yang disakralkan, seperti Erasa Lego-Lego, Situs Babangtangngayya, dan Mata Air Karangloe. Hutan seluas 23,68 hektare ini memberlakukan peraturan bagi wisatawan, antara lain dilarang meludah sembarangan, dilarang berbicara kotor, dilarang mengambil dan memindahkan kecuali foto/video, dilarang membuang sampah, dilarang masuk hutan tanpa izin petuahnya, dilarang membabat pohon, dan dilarang berpencar di hutan.

Dokumentasi: Hutan Lindung Campaga
Dokumentasi: Hutan Lindung Campaga
Dokumentasi: Hutan Lindung Campaga

2. Persawahan Terasering

Persawahan Terasering merupakan wisata alam yang menyuguhan keindahan sawah Kelurahan Campaga. Setiap petak sawah dikelola oleh warga sekitar. Pemandangan sawah bertingkat-tingkat ini akan menyejukkan mata wisatawan. Bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen dapat meminta izin memotret atau masuk ke teras-teras lahan warga tersebut.

Dokumentasi: Persawahan Terasering Kelurahan Campaga
Dokumentasi: Persawahan Terasering Kelurahan Campaga

3. Erasa Lego-Lego

Erasa Lego-Lego merupakan pohon beringin tua di kawasan Hutan Lindung Campaga. Pohon beringin ini berbentuk sangat besar dan tinggi, serta berakar panjang yang menggantung dari batang pohon hingga tanah. Kata erasa berarti pohon beringin, sedangkan lego-lego berarti teras rumah panggung Sulawesi Selatan. Lego-lego berfungsi sebagai tempat beristirahat atau duduk-duduk sebentar bagi pemilik rumah atau tamu. Pada masa lampau, Erasa Lego-Lego memiliki bentuk menyerupai lego-lego. Pohon ini tidak menyerupai lego-lego lagi setelah termakan usia. Dari penuturan masyarakat lokal, beringin menjadi tempat beristirahat bagi makhluk halus yang menjaga Hutan Campaga. Makhluk ini tinggal di beringin tersebut sehingga berbentuk lego-lego, kemudian masyarakat menyebut beringin ini sebagai Erasa Lego-Lego.

Dokumentasi: Pohon Beringin Erasa Lego-Lego di Hutan Lindung Campaga
Dokumentasi: Pohon Beringin Erasa Lego-Lego di Hutan Lindung Campaga

4. Situs Batu Babangtangngayya

Situs Batu Babangtangngayya adalah wisata budaya situs batu sakral terletak di Hutan Desa Campaga. Pada situs ini, terdapat dua batu berukuran cukup besar terlilit benang putih yang disekitarnya terdapat kelapa, air gelas, macam-macam daun, dan lain-lain. Benang tersebut dililitkan oleh wisatawan ataupun warga sekitar yang memiliki keinginan tertentu dan apabila keinginannya terwujud benang akan dilepas. Masyarakat lokal biasanya melakukan ritual adat setiap dua kali setahun di situs ini. Ritual ini berupa doa sebelum menabur benih tanaman dan syukuran atas hasil panen. Dikatakan oleh masyarakat setempat, Babangtangngayya berarti pertengahan yang dimaknai sebagai titik tengah daerah yang menjadi tempat berkumpul orang-orang dari Utara, Barat, Timur, dan Selatan di zaman dulu. Konon, batu tersebut berasal dari seorang istri yang tertekan sebab kehilangan anaknya sehingga berdoa meminta dimasukkan ke dalam batu kepada Tuhan. Kemudian, batu tersebut terbelah sehingga masuklah wanita itu ke dalamnya. Sang suami yang saat itu mencari istrinya lalu tertuju pada batu yang sela-selanya terdapat rambut dan yakin itu milik istrinya. Sang suami yang merasa sendirian kemudian berdoa dimasukkan ke dalam batu juga.

Dokumentasi: Situs Batu Babangtangngayya di Hutan Lindung Campaga
Dokumentasi: Situs Batu Babangtangngayya di Hutan Lindung Campaga

5. Mata Air Karangloe

Mata Air Karangloe merupakan salah satu mata air yang terletak di Kelurahan Campaga, tepatnya dalam kawasan hutan lindung. Mata air  ini mengair persawahan dan permukiman masyarakat. Masyarakat setempat menyakralkan mata air ini dengan tidak membiarkan seseorang mencuci kaki ataupun meludah. Di sekitar mata air terdapat gazebo yang biasa digunakan masyarakat setempat melakukan upacara adat dengan berdoa bersama sebelum menanam benih dan syukuran atas hasil panen. Dikisahkan oleh masyarakat setempat bahwa mata air ini berasal dari tancapan tongkat seorang kakek. Awalnya, sang kakek menancapkan tongkatnya ke tanah. Seketika tongkat itu ditarik dari tanah, menyembur sebuah air. Air ini yang kemudian dikenal dengan nama Karangloe. Adapun masyarakat meyakini kakek tersebut sebagai Nabi Khidir. Ada juga yang berpendapat dari cerita lainya dari masyarakat setempat dimana wanita yang keluar dari batu “babangtangayya” dalam keadaaan rambut yang berantakan menemukan batu yang menyurupai tempurung kelapa. Batu ini diangkatnya kemudian muncul mata air dari dalam tanah.

Dokumentasi: Mata Air Karangloe di Hutan Lindung Campaga
Dokumentasi: Mata Air Karangloe di Hutan Lindung Campaga
Dokumentasi: Mata Air Karangloe di Hutan Lindung Campaga

6. Air Terjun Simoko

Air Terjun Simoko merupakan pilihan wisata alam di Kelurahan Campaga. Jarak tempuh dari papan petunjuk di pinggir jalan hingga ke air terjun sekitar 2 km. Medannya berupa jalan setapak dikelilingi tanaman kakao warga sekitar. Terdapat pondok yang dapat digunakan wisatawan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Akses ke air terjun kurang mendukung ketika hujan sehingga sebaiknya menunggu cuaca cerah. Ketinggian air terjun kurang lebih 40 meter. Ketika sampai di air terjun pengunjung akan menemui batu besar ditengah aliran air dan terdapat gua di belakang air terjun. Beberapa orang meyakini batu tersebut digunakan sebagai tempat bertapa, sedangkan gua telah jarang dikunjungi sebab reruntuhan yang membuat kesulitan akses.

Dokumentasi: Air Terjun Simoko

7. Sekolah Rimba

Sekolah rimbah merupakan wisata edukasi alam yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Kelurahan Campaga. Edukasi Sekolah Rimba meliputi pengenalan lingkungan, cara menjaga ekosistem, bentuk pelestarikan alam, dan pemanfaatannya menjadi kerajinan. Wisata ini menyasar wisatawan usia anak sekolah untuk belajar tentang alam sehingga dapat menumbuhkan kepekaan terhadap alam sejak dini dan berkelanjutan. Mereka diajak berinteraksi dengan lingkungan sekitar, seperti di mata air atau sungai di pinggir hutan. Dalam rangkaian kegiatan Sekolah Rimba, wisatawan akan dikenalkan flora dan fauna endemik di hutan Campaga, cara menjaga ekosistem, hingga membuat kerajinan dari bahan alam. Misalnya, membuat gantungan kunci dari ranting pohon dan akar kopi. Dengan begitu, anak-anak tidak sekadar menikmati keindahan alam, mereka pun memperoleh pengetahuan dan buah tangan khas Campaga.

Dokumentasi: Sekolah Rimba
Dokumentasi: Sekolah Rimba

8. Tracking Hutan

Tracking Hutan merupakan wisata edukasi alam. Wisata ini hampir sama dengan Wisata Sekolah Rimba, bedanya terletak pada sasaran usia wisatawan. Tracking hutan menyasar wisatawan usia dewasa untuk eksplorasi berbagai destinasi wisata di Kelurahan Campaga. Wisatawan akan berkeliling Hutan Desa Campaga di damping oleh Pokdarwis selaku pengelola. Mereka diperkenalkan flora dan fauna, mata air, serta berbagai tempat selama di dalam hutan. Wisatawan pun akan berkunjung ke Galeri Souvenir yang terdapat berbagai kerajinan dan makanan dari hasil Hutan Campaga.

Dokumentasi: Tracking Hutan Bersama Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA)
Dokumentasi: Tracking Hutan Bersama Badan Riset Dan Inovasi Nasional (BRIN)

9. Klinik Anggrek Meli

Klinik Anggrek Meli merupakan agrowisata tanaman anggrek. Berbagai anggrek dibudidayakan di sini. Sebagian besar anggrek yang dikembangbiakkan berasal dari Hutan Campaga. Anggrek khas Campaga menjadi daya tarik klinik ini, seperti matuyo laki atau anggrek merpati putih, bunga matuyo atau anggrek bulan, anggrek ekor tupai, anggrek macan, anggrek pandan, anggrek tirai, dan lain-lain. Di tempat ini, wisatawan tidak hanya sekadar menikmati keindahan anggrek, mereka juga dapat melakukan perawatan, pembelian hingga studi anggrek.

Dokumentasi: Klinik Anggrek Meli
Dokumentasi: Klinik Anggrek Meli
Dokumentasi: Matuyo Laki atau Anggrek Merpati Putih
Dokumentasi: Matuyo atau Anggrek Bulan

10. Manyu-Manyu River Tubing

Manyu-Manyu merupakan destinasi wisata buatan yang memiliki konsep fun tubing. Lokasinya berada di depan Sekretariat Pokdarwis. Wahana air ini merupakan pemanfaatan lintasan irigasi masyarakat sehingga perlu menjadi perhatian untuk menjaga kebersihan air. Airnya bersumber dari campuran mata Air Tomboloa, Batulang, dan Kijang. Wisatawan akan menyusuri panorama hutan dengan ban yang bergerak di aliran irigasi. Panjang lintasan wahana ini kurang lebih 580 meter.

Dokumentasi: Manyu-Manyu
Dokumentasi: Manyu-Manyu
Dokumentasi: Manyu-Manyu

11. Ertob (Erena Boakan Tomboloa)

Ertob merupakan wisata buatan berupa kolam renang. Permandian ini memiliki ciri khas dengan air kolam yang jernih dan tanpa campuran kaporit. Bersumber dari mata air Tomboloa, wisatawan akan disuguhkan bentang hutan Campaga di sekeliling kolam. Wisatawan pun dapat membeli makanan atau minuman, serta menginap di sini.

Dokumentasi: Permandian Ertob 
Dokumentasi: Permandian Ertob

12. Erbol (Ere Borong Lompoa)

Erbol merupakan wisata kolam renang yang memiliki wahana cukup lengkap. Wahana seluncuran, ember raksasa, serta perahu bebek menjadi daya tarik di kawasan Erbol. Fasilitas yang tersedia mulai dari kolam renang dewasa, kolam anak, kamar mandi umum, gazebo, warung, villa, dan musala.

Dokumentasi: Permandian Erbol
Dokumentasi: Permandian Erbol
Dokumentasi: Permandian Erbol

13. Pembibitan KPTHC

Pembibitan KPTHC merupakan agrowisata dari Komunitas Petani Tepian Hutan Campaga (KPTHC). Komunitas ini menyediakan pelatihan bagi wisatawan yang ingin belajar tentang pertanian dan perkebunan. Mereka akan berwisata sambil belajar mempersiapkan, menanam, dan memanen hasil tanaman, serta membuat kompos. Dominan tanaman di sini, seperti kakao, durian, dan pala. Awalnnya komunitas ini berangkat dari agroforestry atau kebun campur. Dinamakan kebun campur sebab dalam satu kebun ditanami berbagai tanaman yang berjumlah sekitar dua puluh jenis tanaman.

Fasilitas

1. Kantor Lurah

Kantor Kelurahan Campaga merupakan wujud administrasi wilayah Campaga. Kantor ini menjadi tempat kerja lurah sebagai perangkat daerah yang mempunyai tanggung jawab dibawah camat. Kelurahan sendiri memiliki tanggung jawab pemerintahan yang diberikan oleh camat dan melakukan tugas pemerintahan lainnya sesuai dengan ketentuan perundangan yang ada.

2. Fasilitas Pendidikan

Fasilitas Pendidikan Kelurahan Campaga merupakan wadah menimbah ilmu bagi masyarakatnya. Persebaran Instansi pendidikan Campaga terbagi atas Kelompok Bermain (KB), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Terdapat tiga KB, tiga PAUD, dua SD, satu SMP dan satu MTS.

3. Masjid

Masjid merupakan tempat ibadah unat umat muslim. Diketahui mayoritas penduduk Campaga memeluk agama Islam. Tercatat terdapat 11 masjid berdiri di Kelurahan ini. Masjid ini tersebar di beberapa tempat dengan jarak cukup dekat satu sama lain.

4. Posyandu

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu fasilitas kesehatan di Kelurahan Campaga. Posyandu ini melayani penimbangan balita, imunisasi balita, pemeriksaan ibu hamil, dan pemeriksaann lansia.  Terdapat tiga Posyandu di wilayah ini, yaitu Posyandu Pelangi indah Campaga, Posyandu Bukit Indah Taruttu 20, Cempaka Indah. Posyandu tersebut beroperasi pada tanggal 20 dan 22 setiap bulan.

5. Pustu

Puskesmas Pembantu (Pustu) merupakan fasilitas pelayanan kesehatan di Kelurahan Campaga. Fasilitas kesehatan ini beroperasi setiap hari. Masyarakat Campaga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan, penimbangan hingga imunisasi balita di sini.

6. Homestay

Homestay merupakan fasilitas yang disediakan bagi wisatawan yang hendak menginap di Campaga. Mereka dapat menyewa rumah warga maupun tempat yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pokdarwis juga dapat menjadi tourgaide bagi wisatawan selama di Desa Wisata Campaga.

7. Lapangan Kelurahan Campaga

Lapangan merupakan ruang terbuka yang memiliki banyak fungsi sebagai tempat mengumpulkan para masyarakat untuk melakukan  kegiatan contoh lomba semarak 17 Agustus.

8. Aula

Aula merupakan fasilitas yang di gunakan bagi masyarakat dan pengunjung, aula ini berfungsi sebagai tempat untuk melakukan kegiatan seperti sosialisasi yang bisa di gunakan di aula kantor lurah dan kegaiatan seperti acara non formal yang bisa di gunakan di  permandian Erbol

9. WC Umum

WC umum adalah fasilitas yang bisa di gunakan oleh para wistawan yang berkunjung, fasilitas ini sudah tersebar di berbagai titik yang ada kelurahan campaga.

Jasa

Paket Wisata

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai